« September 2007 | Main | December 2007 »

October 17, 2007

Cinta sederhana dari laki-laki biasa

“kenapa sih, kamu memilih dia....??”

“apa kelebihan dia, sehingga kamu menerimanya...??”

“aduhh, neng kamu ini bisa mendapatkan yang lebih baik dari dia, kamu pinter dengan segudang prestasi, kamu cantik banyak yang suka....!!”

Pasti akan banyak lagi pertanyaan dan pendapat orang-orang ketika seseorang itu sudah “menentukan pilihannya”

Pantaskah kita memberikan pernyataan seperti itu, seakan-akan kita tidak mensyukuri ciptaan Allah terhadap wujud makhluk-Nya.
Mengapa kita selalu merasa “lebih baik” dari yang lain dengan segudang kelebihan yang dimiliki, sehingga faktor pilih-memilihpun jadi acuan
Kecantikan.....prestasi....kepintaran....kesuksesan......itu takkan pernah abadi, karena itu semua hanya amanah sementara yang Allah titipkan buat kita.

Akan terlihat banyak yang menyalahkah ketika pilihan itu untuk laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa. Mengharapkan cinta sederhana dari laki-laki biasa yangt tidak penuh dengan rayuan gombal tapi dia buktikan dengan tindakan yang nyata...

Mungkin bagi sebagian orang hal itu sangatlah sulit, keraguan...ketidakyakinan akan masa depan akan terus membayang-bayangi

..............................................................................

Tapi harus ingat lagi akan tujuan atau niat awal ketika memutuskan untuk menikah, jika rasa tawakal, ikhlas, hanya mengharap ridho Allah yang senantiasa menyertai setiap langkah dlm menjalani keputusan, insyaAllah cinta sederhana yang diharapkan akan terbukti nyata dengan bergulirnya waktu yang ada, Waktu akan membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, meski keadaan sudah sangat berubah, karena kecantikan, kesuksesan tidak pernah akan abadi

Orang-orang di luar, mereka memang akan tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kelak akan berbeda bunyi?

“betapa beruntungnya kamu memiliki dia....”

“betapa bahagianya kehidupan kalian, yang bisa menerima apa adanya dalam kondisi bagaimanapun...”

“betapa setianya dia terhadap kamu, ya neng...!”

..........17.30 wita disudut kota kecil dlm suasana mudik.........

@terinspirasi ketika membaca cerpen Asma Nadia....”Cinta laki-laki Biasa”....cerpen yg sangat bagus




                            

October 05, 2007

Bila saat itu tiba....

10 malam terakhir Ramadhan.....(dalam keheningan suasana i’tikaf, malam-malam ganjil) mengingatkanku pada sebuah kenangan terhadap seorang sahabat....
Salah satu sahabat seperjuangan dlm jalan dakwah ini.....kini dia sudah “tersenyum bahagia” berada dalam pelukan Rabbnya yang tercinta.

“10 malam terakhir selalu kita isi bersama dgn suasana i’tikaf di mesjid Khanzul Khairat...malam yang lebih baik dari seribu bulan....bersama kita menuai keberkahan yang terpendam...hening...hanya sayup-sayup tilawah yang terdengar, qiyamulail yang menghiasi malam....sahabat, kau sosok yang sangat tawadhu bahkan terlihat sangat syahdu....

Kita takkan pernah tahu....”kapan saat itu tiba”.....bahkan aku sama sekali tidak menyangka hari itu merupakan hari terakhir kita berkumpul bersama dlm suasana muhasabah.
“siapkah dgn bekal segini jika suatu hari nanti tiba-tiba kita dipanggil oleh Rabb kita?”
“Semoga Allah tunjukkan jalan terbaik dalam setiap langkah hidup kita, dalam peran
apapun yang harus kita emban, dan dalam suka maupun duka. Karena kita sangat yakin, Allah tidak akan membiarkan kita terus berada dalam kesendirian, Allah senantiasa bersama kita, maka siapkanlah dirimu ketika suatu saat Allah ingin kau berada disisi-Nya..."
“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang ajalnya. Dan Allah maha mengtahui apa yang kamu kerjakan. (QS 63:11)”
Tausyiah terakhir yang kau sampaikan untuk kami....

Suasana Rumah Sakit Ratu Zalekha begitu terlihat menyeramkan pada dinihari itu....kami semua sudah berkumpul menunggu “keputusan” dari-Mu ya Rabbi terhadap nasib sahabat kami....kecelakaan maut telah menghampirinya dinihari sahur setelah selesai muhasabah...sepertinya Allah lebih menyayangi dirimu, sehingga Dia ingin kau kembali bersama-Nya....dalam saku bajumu, kami menemukan beberapa potong tulang ayam dan sisa makanan, ternyata selama kau melaksanakan i’tikaf sehabis ifthor dan sahur kau selalu pulang ke asrama membawa sisa-sisa makanan untuk 4 ekor kucing yang tinggal disana...Ya Rabbi..

Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?. (QS Ar-Rahman: 26-28)

F...., sahabat terbaik kami, kini kau telah istirahat dengan tenang disisi Allah, yang telah menemani kesendirianmu. Meskipun waktu itu kau tidak bisa menyelesaikan Ramadhan yang tinggal 4 hari. *Allah selalu punya cara untuk membuat kita kembali kepadaNya, ingin kukatakan “padamu kutitip cintaku, sampaikanlah pada Rabbku”  Hiks..

@ F...., ditengah kerinduan dgn dirimu, rindu dgn nasehatmu....rindu dgn marahmu ketika melihat diri ini lalai....aku sangat lalai krn tlah beberapa malam ini tidak menghiasi heningnya dgn i’tikaf dan Qiyamulail  Hiks..

October 01, 2007

Bahagiamu adalah bahagiaku

“Rin...kapan ya giliran kakak.........??” Sms kesekian kalinya yang aku dapatkan dari kakak yang sangat aku sayangi.

Dia kakak tingkatku waktu kuliah dulu, kami selalu bersama, kadang bila aku lagi bete, sedih aku pasti nginap, curhat di kos dia...kebersamaan kami juga terjadi ketika kami sama-sama berjuang menyelesaikan skripsi yang sangat melelahkan...
tapi aku tau kau sangat kuat menghadapi semuanya kak.....darimulah sering kudapatkan semangat dan arti kebersamaan dalam sebuah senyuman

Kakakku.....dia sosok akhwat yang hebat dimataku, akhwat yang setiap sepertiga malam terakhirnya terbersit kulihat beruntai airmata memohon ampun atas dosa-dosanya, yang setiap usai sholat menghias hati dan bibirnya dengan dzikir dan doa-doa untuk sesamanya, yang setiap saat mengalirkan keringat dan tenaganya untuk dakwah ini, dan setiap saat menghias bibirnya dengan senyum keikhlasan untuk semua....aku sangat yakin Allah pasti sangat menyayangimu kak..!! walaupun aku tau kau juga akhwat biasa, yg merindukan “seseorang” untuk menemanimu

sekarang jarak sudah memisahkan kita, dia pulang kampung setelah kuliah kami selesai. Tapi persahabatan ini tidak akan pernah usai, kami senantiasa merajutnya lewat untaian doa Rabithoh.....

setiap kabar yang dia kirimkan menyiratkan kesepian yang dia rasakan....kadang dia jg tidak bisa menyimpan terus kegundahan hatinya....tidak ada kata-kata yang bisa aku katakan kecuali......SABAR......”ah teori ya kak!!, prakteknya cukup susah”

Suatu hari, 1 bait balasan sms kuterima isinya sangat menggetarkan hati ketika aku jg mulai mengeluhkan rasa “kesepianku, yang mengharapkan sesuatu” kata-kata dia membuat hati ini ingin menangis, dan aku tau diapun berusaha menanamkan kata-kata itu untuk dirinya, walaupun dia bilang itu sangat sulit tapi itulah sebuah kenyataan....”jangan pernah mengemis pada cinta makhuk-Nya.....mengemislah untuk mengharap cinta-Nya”

Beberapa bulan berlalu....sebuah berita yang sangat mengejutkan aku temui di sms...sms dari kakakku, minggu depan dia akan melangsungkan akad nikah, dengan seorang ikhwan yang merupakan jodoh terbaik untuknya, yang selama ini selalu dia nantikan disela doa-doanya....

Terlihat sangat jelas senyum kebahagiaan di bibirmu kak!! Pancaran ketenangan yang sekarang ini kau rasakan bersama seseorang yang akan setia menemanimu dalam melangkah dan menggapai harapan.......

“Sabarlah de, tetap berdoa pada Allah....jangan pernah mengatur ketentuan-Nya. Kakak tunggu jg undangan darimu”....sms terakhir yg kudapat 15 menit menjelang akad nikah kakakku tercinta....”Barakallah ya kak!!....”


# for my lovely sister “ka Nurul---penganten baru” semoga kesabaranmu bisa aku teladani......kebahagiaan itu kan selalu kunanti....