February 08, 2008

Dearest my only love….

Rabb….betapa indah rahasia yang tersimpan untukku
Membuat airmata ini mengalir, tanda rasa syukurku….

Aku ingin kamu tahu….
Betapa aku mulai mencintaimu, wahai pasangan jiwaku
Betapa aku mulai merindukan detik-detik kebersamaan kita
Betapa aku mulai menyayangimu dengan segenap asa yang ada di hati ini
Betapa aku mulai meresapi setiap makna kata yang terucap dari bibirmu
Tentang perjalanan hidup yang sekarang kita lalui bersama…

Sebuah hari tlah menjadi saksi, ketika kau mulai mengucap janji
Janji yang sangat berarti buat kehidupan kita
Semoga rasa cinta dan sayang yang kita miliki saat ini menjadi ruh baru
buat rumah mungil kita…
Senandung, tilawah dan zikir senantiasa bergema menelusuri dinding-dinding hati
Tanda  rasa syukur terucap untuk Illahi atas kebersamaan kita ini

Wahai senyuman….
Kudengar bening indah kata-katamu
Mengikuti dan menemani langkahku, susuri jalan yang penuh dengan liku

Wahai penyejuk hati…
Bersamamu kulewati hari ….
Untuk hatimu kan kupatri janji, iringi langkahmu menuju ridho Illahi

Wahai pesona jiwa….
Dalam doamu kutitip cinta…
Dalam janji kurajut makna, dalam setia kuimpikan asa yang nyata

Di balik senyummu ada rinduku…
Di balik ketaatanmu doaku untuk dirimu…
Di balik tangisanmu ada deritaku
Di balik sikap manismu ada kasih sayangku

utk suamiku tercinta, makasih banyak ya...atas cinta, kasih dan sayang yang skrng kau berikan...Love U...

                            

January 20, 2008

Undangan nikah+walimah Rini & Asephin

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Baarakallahu laka wa baaroka’alaika wajama’a bainakumaa fii khoir

Dua hati berpadu menggapai cahaya cinta dan menggelora ke seluruh asa
Menunaikan syiar agama-Mu adalah kerinduan yang tak pernah berakhir
Mengikuti sunnah Rasul-Mu adalah keinginan yang tak pernah padam
Berharap setiap detik adalah rahmat serta barokah….
Tidak ada kalimat terindah selain ucapan syukur……
Rabb….linangan airmata ini bukti kami sangat bersyukur atas anugerah cinta terindah yang telah Kau berikan untuk kami
Dalam sujud panjang ini kami mohonkan kepada-Mu tunjukilah senantiasa kami jalan-Mu yang lurus agar diri kami tidak tersesat untuk menggapai cahaya-Mu yang suci
Ketika “perjanjian suci” ini terucap jangan pernah Kau lepaskan kami dari ikatan cinta-Mu yang telah menyemai munculnya rasa cinta ini dihati kami.

Dengan izin dan rahmat Dzat pemberi kasih sayang, Rabb semesta alam, insyaAllah kami akan melangsungkan akad nikah sebagai wujud penghambaan kepada-Mu..Semata untuk mengikuti sunnah Rasul-Mu..Semata untuk meraih kasih sayang dan ridho-Mu. Semoga Allah perkenankan kami menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah yang darinya dilahirkan anak-anak yang sholeh dan sholehah.. Akhirnya, hanya kepada Allah-lah segala harap dan pinta kami serahkan, semoga kebahagiaan dan barokah senantiasa menyertai perjalanan kami

Menikah

RINI RAHMAWATI binti H. Rusli Gazali
Banjarmasin

dengan

ASEP SOLIHIN bin (Alm) Djaka Abdullah
Bandung

Akad nikah dan walimah, akan dilaksanakan pada :

Hari Ahad, 27 Januari 2008 M / 18 Muharam 1429 H
Pukul 08.00 wita sampai selesai
Bertempat di Jalan Pendidikan komplek Citra Permata Biru blok II
no. H10 Martapura, Banjarmasin

Kehadiran adalah silaturrahim, doa restu adalah semangat cinta kasih, keikhlasan adalah kebahagiaan jiwa, maka tiada hal yang membuat kami lebih bersuka melainkan kehadiran dan doa restu yang
ikhlas. Jazakumullahu Khairan Katsiira

Kami yang berbahagia,

Asephin dan Rini

Turut mengundang : seluruh keluarga di Banjarmasin dan Bandung

Wassalamu’alaykum Warohmatullahi Wabarakaatuh

December 11, 2007

(cerpen) CINTA DI PERSIMPANGAN JALAN

Cuaca sedikit panas siang ini. Kuhapus keringat yang menetes dikening, sambil melirik arlojiku. Pukul 12.05 tanggal 15 April, cuaca panas sangat terasa di kota Berlin yang sekarang ini hampir menampung 3,4 juta penduduknya. Sekitar 15 menit di perjalanan akhirnya aku sampai juga di apartemen kecilku.  Masih kulihat bungkusan kardus yang tersusun rapi di ruang tamu. Beberapa hari ini aku memang telah merapikan barang-barangku, tinggal sedikit lagi yang belum kumasukkan dalam kotak. 1 minggu lagi aku berada di kota ini, aku akan segera pulang kembali ke Indonesia. Fiuhh...semuanya beres! Kumatikan laptopku, aku siap-siap berangkat lagi.  Hari ini ada pertemuan dengan para akhwat di mesjid Yavuz-Sultan-Selim.

Di teras mesjid, kulihat beberapa akhwat sudah menunggu.  Mereka berasal dari Indonesia juga, sama seperti diriku yang berada di perantauan ini, karena melanjutkan studi. 

Assalamu’alaykum....kaifa haluk ukh? Sapa della, salah satu temen akhwatku yang berasal dari Semarang. Alhamdulillah, ana bikhoir....af1 ya, dikit telat.
Ya..ngga papa, kami seneng anti bisa jadi pemateri acara ini
, sahut Noni. 

Acara mulai berlangsung, Bismillahiramaanirrahiim aku mulai menunaikan amanah yang diberikan padaku di acara ini.  “Muslimah di Persimpangan Jalan” materi yang aku sampaikan sesuai permintaan panitia acara.  1 jam berlangsung, acara sudah selesai sekitar 10 menit yang lalu, aku siap-siap pulang. 

Jazakillah khair ya ukh....ucap Della,
Waiyyaki...sahutku. 
Anti dah siap-siap balik ke Indonesia minggu depan?
InsyaAllah
sahutku lagi. 
Salam buat ikhwah disana ya ukh, always istiqomah aja deh!.....
insyaAllah, thanks ya Wassalamualaykum ucapku,
sekalian pamitan pulang pada semuanya.

............................. ..

Aku masih menikmati keberadaanku di kota ini, Berlin terasa sangat berarti ketika aku mulai menghitung hari untuk meninggalkannya. Tersimpan banyak kenangan selama hampir 2 tahun menapaki dan menyusuri lorong-lorong kota Berlin, Legoland (tempat bermain anak-anak, seperti Dufan) di Guenzburg tempat yang sangat kusenangi karena aku senang melihat anak-anak yang bermain disana.  Kesejukan itu semakin terasa malam ini, kubuka kembali HP, kubaca berulang-ulang isi sms yang kuterima sore tadi.  Jadikan pulang tanggal 22 April nanti? Langsung ke Banjarmasin kan...?? Rin, ada hal penting yang ingin ana sampaikan ke anti, ana pengen anti berada disini, please ya langsung pulang kesini...sms dari Rahma, sahabat lamaku, masih sering komunikasi denganku walau kami sudah terpisah jarak yang sangat jauh, dia masih sering cerita tentang perjalanan ikhwah di kota kami dulu. Kubalas smsnya tapi dia tidak mau mengatakan permasalahannya itu, dia akan mengatakannya bila aku sudah di Banjarmasin, padahal biasanya dia mau aja cerita...aku sedikit penasaran....ahh, sudahlah, aku kembali melanjutkan tilawahku, huhh....aku mulai ngantuk, kulihat pukul 03.00, ntah kenapa malam ini bayangan masa lalu senantiasa berkeliaran dihadapanku, yahh...mungkin karena aku sebentar lagi mau pulang ke tanah air, tersimpan banyak kenangan yang aku tinggalkan disana.

............................. ..........

23 April, 17.07 wita....Tak terasa saat itu tiba, sekarang aku sudah melangkahkan kakiku di Bandara Syamsudin Noor, setelah sekian lama perjalanan. Keluargaku gembira menyambut kepulanganku, keponakan kecilku, aku kangen banget dengan mereka.  Berbagai cerita terlontar dari bibir ini, menceritakan banyak kejadian dan peristiwa selama aku di Berlin.  Aku memang jarang pulang, tapi sekarang aku akan berkumpul lagi dengan Bapak dan keluargaku yang tercinta.
2 hari setelah kepulanganku, aku mulai silaturrahim pada temen-temen lamaku. kerinduan...semangat kebersamaan....masih kurasakan, bahkan aku mulai bergabung lagi dengan komunitas akhwat disini.  Rin,sekarang  ana mau kerumah anti  ya, kangen euy, sekarang dah diperjalanan nih...?? sms dari Rahma.  Tak berapa lama kulihat sosok akhwat berjilbab ungu masuk ke halaman rumah.  Rahma, sahabatku itu masih terlihat manis dengan senyumnya.  Rin, ana kangen banget dengan anti....ucap Rahma sambil memelukku dengan hangat, ana juga kangen dengan anti, balasku....ukhuwah yang sangat indah....lama bercerita, Rahma mulai terlihat serius, seperti mau mengatakan sesuatu.

Rin ingat ngga sama akh.....??
insyaAllah ana masih ingat dengan ketua kita itu kataku sambil bercanda, aku ingat nama ikhwan yang disenut Rahma tadi, dia itu adalah ikhwan yang sangat misterius, tenang, sangat berwibawa, tegas kadang menyebalkan juga, banyak akhwat yang menyimpan rasa dengannya. Selama jadi Sekretaris dia, dia ikhwan yang sangat beda dengan yang lain....ikhwan sejati deh...
Emang ada apa ukh..?? tanyaku dengan selidik.  Terpancar semu kemerahan dipipinya.  Ini.....Rahma menyerahkan sesuatu denganku. Subhanallah...undangan walimah, aku tersenyum, baru kupahami arti rahasia yang disimpan sahabat lamaku ini.

Barakallah ya...,
Jazakillah ya Rin, anti harus datang dan nginap temenin ana, ucap Rahma. 
InsyaAllah.....apa yang tidak buat sahabatku ini, ucapku sambil tersenyum.
Aku bahagia mendengar kabar dari Rahma sore tadi, tapi ntah kenapa malam ini aku sangat merasa kesepian.  Tak terasa buliran airmata menetes dipipiku menemani sujud panjangku di sepertiga malam ini,  Ya Allah...tanamkan keikhlasan di hatiku. 
2 tahun silam....gimana ukh keputusan anti terhadap proposal ikhwan itu? tanya mba Isni,  ana memutuskan tetap pergi ke Berlin mba...ikhwan yang mencoba ta’aruf denganku itu adalah ikhwan yang namanya sekarang ini tertulis di undangan walimah yang diserahkan Rahma padaku sore tadi.  Setelah lulus kuliah kemarin, dia memang langsung melanjutkan S2 ke Belanda, 1 tahun di Belanda dia memutuskan untuk menikah, dan akhwat pilihannya waktu itu adalah aku.  Aku sendiri dihadapkan pada 2 pilihan “menerima taaruf dia atau melanjutkan S2 di Berlin”, aku sudah mengambil keputusan......ketika aku masih di Berlin, terakhir aku dengar dia selesai kuliah dan sudah kembali ke Banjarmasin.

.......................

Aku ditawarin kerja sama dosenku.....Berlin....haruskah aku kembali kesana, keluargaku tetap mengizinkan apapun keputusanku....Rabbi, jangan biarkan aku mengambil keputusan ini karena aku ingin menghindar dari Banjarmasin dari Rahma....ku ambil air wudhu, aku ingin curhat sama Allah malam ini.  Setelah Qiyamul lail kuteruskan dengan tilawah,ada semilir angin ketenangan menyeruak di batin saat ini. Setelah beberapa hari ini kuberpikir, aku sudah mempunyai keputusan terhadap tawaran tersebut.  Bismillah, aku siap melangkah lagi ya Allah.......sekarang keputusan ini aku simpan rapat-rapat di dalam hati, nanti bila saatnya tiba baru aku akan menyampaikannya sama yang lain.
   Dering HP mengejutkan munajatku...tertulis “Nissa calling”, sambil merapikan mukena HP kuangkat
Assalamualaykum...??
Wa’alaykumussalam.....Rin, gawat...Rahma.....
..Nissa terdengar tersengal-sengal, aku bingung ada rasa yang menusuk di hati ini
Ada apa dengan Rahma...?? aku mulai khawatir, apa yang terjadi dengan sahabatku
Di Rumah Sakit (UGD), kecelakaan......sekarang ana mau berangkat kesana
Tubuhku lunglai terasa tidak berdaya lagi...airmata mulai berjatuhan...

.........................

Tubuh dingin, bibir pucat...itulah Rahma sekarang. Terbujur kaku di kamar yang mungkin nantinya dijadikan sebagai kamar penganten. Semua teman-teman dan keluarga sudah berkumpul, selintas kulihat ikhwan itu. Ntah apa yang ada dipikiran dia sekarang ini.  Aku yakin dia pasti sangat sedih, secara tiba-tiba harus  kehilangan calon istri, namun dia tetap kelihatan tenang. Ya Allah Sedetikpun aku tidak bisa meninggalkan Rahma, aku selalu disamping pembaringannya.  Kecelakaan itu terjadi sore, padahal paginya kami masih bersama, menemani dia beli perlengkapan buat pernikahannya yang tinggal 5 hari.  Aku tidak kuasa menatap wajah sahabatku ini, hanya buliran airmata yang menghantar dia sampai di pembaringan terakhirnya. Masih bisa kubaca sms terakhir dia di Hpku sore itu “Rin, seandainya nanti ana dihadapkan dengan kondisi harus poligami, ana pengen anti yang jadi istri suami ana....seandainya, nanti ana lebih dulu pergi dari dunia ini, ana pengen anti yang menggantikan posisi ana sebagai istri...” sms yang belum sempat aku balas.

......................

2 bulan kepergiaan Rahma...aku masih suka melihat foto-foto kami dulu bersama teman-teman yang lain.  Rihlah...Daurah...Outbond...k ami selalu bersama. Siang tadi Dosenku menghubungiku, memastikan keputusanku tentang tawaran kerja beliau yang dulu.  Ya...aku memang sudah mempunyai keputusan.....aku juga rindu dengan teman-temanku di Berlin...Della...Noni...Chint ya...dan yang lainnya.
Bunyi bel rumah membuyarkan lamunanku....Assalamualaykum ternyata mba Isni
Wa’alaykumussalam, masuk mba...aku bawa mba Isni ke ruang tamu, kebetulan aku lagi sendirian di Rumah.
Kaifa haluk ukh? Tanya mba Isni,  Alhamdulillah sehat. 
Langsung aja ya ukh...ana dapat amanah nih, harus segera disampaikan ke anti..
Ada apa mba..? tanyaku dengan selidik,  ini, anti baca aja dulu, ntar ana tunggu jawabannya...mba Isni menyerahkan sebuah amplop kepadaku.
Setelah lama berbincang-bincang, beliau pamit.....
masyaAllah, aku baru ingat dengan amplop yang diserahkan mba Isni padaku sore tadi.  Habis menyelesaikan tilawah, aku ambil amplop yang tergelatak di atas meja kamarku.  Bismillahirramaanirrahim, aku mulai membukanya....AllahuAkbar, sebuah biodata yang tadinya aku sangka surat permohonan menjadi pemateri suatu acara ternyata bukan.....di sana tertulis nama seorang ikhwan ARYA PRATAMA, ikhwan yang dulu pernah mau taaruf denganku, ikhwan yang dulu namanya tertulis di undangan Rahma sahabatku....Rabbi...misteri apa ini??, tubuhku terasa lunglai.....

@cerpen rekayasa belaka....Senyum manis
kasih commentnya ya krn ini cerpen pertamanya pu3

December 10, 2007

Cintanya Sang Bunga

Aku bukanlah bunga mawar yang sangat cantik yang senantiasa menebar pesona wanginya....

Aku bukanlah bunga teratai yang mekar bersemi menghias keindahan telaga dengan warnanya yang memikat....

Aku bukanlah bunga anggrek dengan warna-warninya yang menawan, terlihat sangat kokoh berjejer rapi ....

Walaupun sekarang kau terus memperhatikan keindahan mereka di taman ini, kulihat hampir setiap hari kau datang menemui dan menikmati keindahannya.

Mereka memang sangat menawan, indah dan cantik.....semua orang pasti akan berucap seperti itu.....

Kau memang jarang menyadari kehadiranku, keberadaanku memang tidak mempesonamu....padahal aku sering berada disampingmu....ketika kau duduk di taman ini....

Aku senantiasa setia menunggu kehadiranmu di taman ini, ketika gerimis menyapaku sinar pelangi mulai tampak seakan-akan menyiratkan kesyahduan hatiku yang terus menunggu di taman ini, kuingin menceritakan indahnya pelangi sore ini.

Hari-hari terus kulewati dengan tetap memperhatikan kehadiranmu...aku mulai menyadari tentang diri ini, aku adalah aku, inilah diriku.....aku memiliki hari-hariku sendiri, sekarang aku tidak perlu iri lagi dengan sang mawar, sang anggrek maupun sang teratai....aku memiliki kenikmatanku sendiri yang seharusnya aku syukuri.

Aku ingin orang lain menyukaiku karena mengetahui misteri keistemewaanku bukan karena harumku ataupun cantikku...

Aku adalah aku, inilah diriku.....sang bunga melati yang tidak pernah terlihat oleh dirimu....

Walaupun suatu hari nanti kau melihatku....aku akan tetap berada dalam kesederhanaanku...

Aku tidak seindah teratai...aku tidak sesempurna mawar....aku juga tidak sekokoh anggrek...aku memiliki banyak kekurangan tapi aku tetap berusaha memberikan keharuman apalagi untuk dirimu yang mencoba memeliharaku dengan keikhlasan....

 

 

 

 

 

 

Sediki demi sedikit pahami aku....cinta.....

Dalam perjalanan sebuah kebersamaan, banyak yang hadir dalam kehidupan kita. Lewat kebersamaan itu pulalah kita bisa memaknai arti kehadiran dan kasih sayang yang dia berikan.

 Kadang cukup sulit memahami arti kehadiran seseorang itu untuk kita, kadang dia bisa hadir ketika kita tidak membutuhkannya tapi kadang dia sangat sulit untuk dicari ketika kita sangat membutuhkannya.

 Ketika dia hadir dengan membawa segenap cinta dan asa, tidak mengharapkan harta maupun jiwa hanya seuntai keinginan melihat senyum kita....tapi kita tidak pernah memahami keinginan yang terbersit dalam hatinya.

 Dia selalu mengatakan Bukan cinta namanya bila kita berkehendak mengontrol pasangan. Juga bukan cinta bila kita bersedia mengalah demi kepuasan kekasih. Orang yang mencinta tidak menganggap kekasih sebagai atasan atau bawahan, tapi sebagai pasangan untuk berbagi, juga untuk mengenali arti diri

Bila kita berkeinginan menguasai kekasih (sangat membatasi pergaulannya, melarangnya beraktivitas positif, mengatur seleranya berbusana dll) atau melulu mengalah (tidak protes bila kekasih berbuat buruk, tidak keberatan dinomorsekiankan), berarti kita belum siap memberi dan menerima cinta.

 Kadang dia tidak pernah mau mengatakan lewat bibirnya “aku mencintaimu”, tidak pernah mendengar bisikan rindunya, tidak ada setangkai bunga yang tiba-tiba hadir ketika kita membuka mata, tidak ada goresan bait-bait puisi cinta yang kadang melenakan tapi dia selalu mengekspresikan rasa cintanya lewat “tindakan” yang jarang kita sadari...itulah dia....orang yang mungkin sekarang dekat dengan kita, namun kita tidak menyadari kehadirannya. Dia hadir dengan kesederhanaan yang dia miliki. Dia hadir dengan rasa cinta yang belum saatnya untuk diucapkan. Dia hadir dengan memendam segenap rindu yang belum bisa untuk diekspresikan....

 Keegoisan, kemanjaan, kekanak-kanakan kadang membuat diri kita menuntut “lebih” terhadap dirinya,

“kamu tidak pernah mau ngerti diriku !”

“kamu tidak pernah perhatian denganku!”

“kamu bisa romantis ngga sih!.

Banyak lagi dengungan yang sering kita ucapkan untuk dia, Padahal mungkin sekarang ini diri kita belum halal dalam suatu ikatan (masih dlm ta’aruf).

 Dalam perjalanan kisah ini berusahalah pahami dan kenali dirinya walaupun sekarang hanya dalam bentuk bayangnya, terlebih lagi bagi seseorang yang telah halal diikat dalam sebuah ikatan suci.....pahami arti senyumnya...... kenali arti kehadirannya.......hargai kasih sayang yang masih tersembunyi dari dirinya....maka itulah sebuah cinta.....

 

 @for someone....thanks so much telah banyak mengajarkan aku tentang arti kebersamaan ini

for my best friend “ana” tetap semangat ya meraih cinta sederhana dari laki-laki biasa....

Metamorfosis sang Bidadari

banyak misteri yang banyak membuat orang penasaran, jilbab lebar yang melambai-lambai seakan-akan anginpun ingin bermain dengannya. Akhwat.....kadang identik dengan senyumnya yang ramah, tingkah laku yang lembut, tutur kata yang sopan, kehormatan yang dijaga rapi, kesolehahannya tercermin lewat ibadah dan akhlak yang dia punya. Sangatlah wajar ketika dikatakan “Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholehah” Setiap orang yang menatapnya, berada dalam kebersamaan dengan dirinya senantiasa mengatakan betapa senang dan bahagia berada didekatnya. BIDADARI DUNIA......betapa beruntung dirinya menjadi orang yang terpilih.  Metamorfosis yang terjadi pada dirinya sangat mempesona, dari perempuan yang biasa menjadi perempuan yang luar biasa.  Semua orang kagum akan kehadirannya.  Jangankan ikhwan seorang preman sekalipun pasti ingin mendapatkannya.  Sosok yang mungkin tidak pernah terjamah oleh tangan-tangan usil, bahkan rayuan gombal. "Sesungghnya dunia itu manis dan menawan dan Allah mengangkatmu sebagai khalifah di dalamnya sehingga Allah dapat memperhatikan perbuatanmu. Oleh karena itu waspadalah terhadap dunia, hati-hatilah terhadap wanita karena sesungguhnya fitnah pertama yang menimpa Bani Israil adalah kaum wanita." (HR. Muslim). Pesonanya bisa menjadi fitnah terbesar buat laki-laki. 

October 17, 2007

Cinta sederhana dari laki-laki biasa

“kenapa sih, kamu memilih dia....??”

“apa kelebihan dia, sehingga kamu menerimanya...??”

“aduhh, neng kamu ini bisa mendapatkan yang lebih baik dari dia, kamu pinter dengan segudang prestasi, kamu cantik banyak yang suka....!!”

Pasti akan banyak lagi pertanyaan dan pendapat orang-orang ketika seseorang itu sudah “menentukan pilihannya”

Pantaskah kita memberikan pernyataan seperti itu, seakan-akan kita tidak mensyukuri ciptaan Allah terhadap wujud makhluk-Nya.
Mengapa kita selalu merasa “lebih baik” dari yang lain dengan segudang kelebihan yang dimiliki, sehingga faktor pilih-memilihpun jadi acuan
Kecantikan.....prestasi....kepintaran....kesuksesan......itu takkan pernah abadi, karena itu semua hanya amanah sementara yang Allah titipkan buat kita.

Akan terlihat banyak yang menyalahkah ketika pilihan itu untuk laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa. Mengharapkan cinta sederhana dari laki-laki biasa yangt tidak penuh dengan rayuan gombal tapi dia buktikan dengan tindakan yang nyata...

Mungkin bagi sebagian orang hal itu sangatlah sulit, keraguan...ketidakyakinan akan masa depan akan terus membayang-bayangi

..............................................................................

Tapi harus ingat lagi akan tujuan atau niat awal ketika memutuskan untuk menikah, jika rasa tawakal, ikhlas, hanya mengharap ridho Allah yang senantiasa menyertai setiap langkah dlm menjalani keputusan, insyaAllah cinta sederhana yang diharapkan akan terbukti nyata dengan bergulirnya waktu yang ada, Waktu akan membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, meski keadaan sudah sangat berubah, karena kecantikan, kesuksesan tidak pernah akan abadi

Orang-orang di luar, mereka memang akan tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kelak akan berbeda bunyi?

“betapa beruntungnya kamu memiliki dia....”

“betapa bahagianya kehidupan kalian, yang bisa menerima apa adanya dalam kondisi bagaimanapun...”

“betapa setianya dia terhadap kamu, ya neng...!”

..........17.30 wita disudut kota kecil dlm suasana mudik.........

@terinspirasi ketika membaca cerpen Asma Nadia....”Cinta laki-laki Biasa”....cerpen yg sangat bagus




October 05, 2007

Bila saat itu tiba....

10 malam terakhir Ramadhan.....(dalam keheningan suasana i’tikaf, malam-malam ganjil) mengingatkanku pada sebuah kenangan terhadap seorang sahabat....
Salah satu sahabat seperjuangan dlm jalan dakwah ini.....kini dia sudah “tersenyum bahagia” berada dalam pelukan Rabbnya yang tercinta.

“10 malam terakhir selalu kita isi bersama dgn suasana i’tikaf di mesjid Khanzul Khairat...malam yang lebih baik dari seribu bulan....bersama kita menuai keberkahan yang terpendam...hening...hanya sayup-sayup tilawah yang terdengar, qiyamulail yang menghiasi malam....sahabat, kau sosok yang sangat tawadhu bahkan terlihat sangat syahdu....

Kita takkan pernah tahu....”kapan saat itu tiba”.....bahkan aku sama sekali tidak menyangka hari itu merupakan hari terakhir kita berkumpul bersama dlm suasana muhasabah.
“siapkah dgn bekal segini jika suatu hari nanti tiba-tiba kita dipanggil oleh Rabb kita?”
“Semoga Allah tunjukkan jalan terbaik dalam setiap langkah hidup kita, dalam peran
apapun yang harus kita emban, dan dalam suka maupun duka. Karena kita sangat yakin, Allah tidak akan membiarkan kita terus berada dalam kesendirian, Allah senantiasa bersama kita, maka siapkanlah dirimu ketika suatu saat Allah ingin kau berada disisi-Nya..."
“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang ajalnya. Dan Allah maha mengtahui apa yang kamu kerjakan. (QS 63:11)”
Tausyiah terakhir yang kau sampaikan untuk kami....

Suasana Rumah Sakit Ratu Zalekha begitu terlihat menyeramkan pada dinihari itu....kami semua sudah berkumpul menunggu “keputusan” dari-Mu ya Rabbi terhadap nasib sahabat kami....kecelakaan maut telah menghampirinya dinihari sahur setelah selesai muhasabah...sepertinya Allah lebih menyayangi dirimu, sehingga Dia ingin kau kembali bersama-Nya....dalam saku bajumu, kami menemukan beberapa potong tulang ayam dan sisa makanan, ternyata selama kau melaksanakan i’tikaf sehabis ifthor dan sahur kau selalu pulang ke asrama membawa sisa-sisa makanan untuk 4 ekor kucing yang tinggal disana...Ya Rabbi..

Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?. (QS Ar-Rahman: 26-28)

F...., sahabat terbaik kami, kini kau telah istirahat dengan tenang disisi Allah, yang telah menemani kesendirianmu. Meskipun waktu itu kau tidak bisa menyelesaikan Ramadhan yang tinggal 4 hari. *Allah selalu punya cara untuk membuat kita kembali kepadaNya, ingin kukatakan “padamu kutitip cintaku, sampaikanlah pada Rabbku”  Hiks..

@ F...., ditengah kerinduan dgn dirimu, rindu dgn nasehatmu....rindu dgn marahmu ketika melihat diri ini lalai....aku sangat lalai krn tlah beberapa malam ini tidak menghiasi heningnya dgn i’tikaf dan Qiyamulail  Hiks..

October 01, 2007

Bahagiamu adalah bahagiaku

“Rin...kapan ya giliran kakak.........??” Sms kesekian kalinya yang aku dapatkan dari kakak yang sangat aku sayangi.

Dia kakak tingkatku waktu kuliah dulu, kami selalu bersama, kadang bila aku lagi bete, sedih aku pasti nginap, curhat di kos dia...kebersamaan kami juga terjadi ketika kami sama-sama berjuang menyelesaikan skripsi yang sangat melelahkan...
tapi aku tau kau sangat kuat menghadapi semuanya kak.....darimulah sering kudapatkan semangat dan arti kebersamaan dalam sebuah senyuman

Kakakku.....dia sosok akhwat yang hebat dimataku, akhwat yang setiap sepertiga malam terakhirnya terbersit kulihat beruntai airmata memohon ampun atas dosa-dosanya, yang setiap usai sholat menghias hati dan bibirnya dengan dzikir dan doa-doa untuk sesamanya, yang setiap saat mengalirkan keringat dan tenaganya untuk dakwah ini, dan setiap saat menghias bibirnya dengan senyum keikhlasan untuk semua....aku sangat yakin Allah pasti sangat menyayangimu kak..!! walaupun aku tau kau juga akhwat biasa, yg merindukan “seseorang” untuk menemanimu

sekarang jarak sudah memisahkan kita, dia pulang kampung setelah kuliah kami selesai. Tapi persahabatan ini tidak akan pernah usai, kami senantiasa merajutnya lewat untaian doa Rabithoh.....

setiap kabar yang dia kirimkan menyiratkan kesepian yang dia rasakan....kadang dia jg tidak bisa menyimpan terus kegundahan hatinya....tidak ada kata-kata yang bisa aku katakan kecuali......SABAR......”ah teori ya kak!!, prakteknya cukup susah”

Suatu hari, 1 bait balasan sms kuterima isinya sangat menggetarkan hati ketika aku jg mulai mengeluhkan rasa “kesepianku, yang mengharapkan sesuatu” kata-kata dia membuat hati ini ingin menangis, dan aku tau diapun berusaha menanamkan kata-kata itu untuk dirinya, walaupun dia bilang itu sangat sulit tapi itulah sebuah kenyataan....”jangan pernah mengemis pada cinta makhuk-Nya.....mengemislah untuk mengharap cinta-Nya”

Beberapa bulan berlalu....sebuah berita yang sangat mengejutkan aku temui di sms...sms dari kakakku, minggu depan dia akan melangsungkan akad nikah, dengan seorang ikhwan yang merupakan jodoh terbaik untuknya, yang selama ini selalu dia nantikan disela doa-doanya....

Terlihat sangat jelas senyum kebahagiaan di bibirmu kak!! Pancaran ketenangan yang sekarang ini kau rasakan bersama seseorang yang akan setia menemanimu dalam melangkah dan menggapai harapan.......

“Sabarlah de, tetap berdoa pada Allah....jangan pernah mengatur ketentuan-Nya. Kakak tunggu jg undangan darimu”....sms terakhir yg kudapat 15 menit menjelang akad nikah kakakku tercinta....”Barakallah ya kak!!....”


# for my lovely sister “ka Nurul---penganten baru” semoga kesabaranmu bisa aku teladani......kebahagiaan itu kan selalu kunanti....

September 29, 2007

Selamanya aku telah kehilangan dia

Seringkali sesuatu yang tadinya menjadi milik kita, atau sesuatu yang berada dekat dengan diri kita, menjadi begitu berharga ketika ia telah pergi, meninggalkan diri kita. Entah itu karena dipaksa, terpaksa, atau dengan sukarela. Seringkali, ketika ia masih menjadi bagian dalam hidup kita, ia tak mendapatkan penghargaan selayaknya, atau setidaknya mendapatkan perhatian cukup dari diri kita. Namun, bila ia telah pergi atau hilang, rasanya penyesalan yang terasa tak kan berkesudahan, sehingga hanya tangisanlah yang

Kita mungkin sering diingatkan, jagalah dia....hargailah keberadaan dia....ketika dia masih ada bersama kita...jangan sia-siakan kasih sayangnya....

Masih teringat jelas...ketika dengan tulusnya mama menunggu kepulangan kita di rumah. Menjadi tempat kita untuk bercerita dan berbagi yang paling setia. Yang senantiasa menyemaikan kasih sayangnya untuk kita, lewat senyumnya kegundahan hati jadi terlupakan. Hal ini tak tersadari sedikitpun, kelak dia akan pergi dari kita, kita baru akan merasakan bahwa keberadaan mama tak tergantikan ketika kita tak bisa lagi melihat senyumnya, ketika kita tak bisa lagi mendengar doa-doanya, ketika kita tak bisa lagi mencium lembut tangannya...

Memiliki teman sungguh menyenangkan, dan masing-masing dari mereka pastinya meninggalkan bekas tersendiri dalam benak kita. Terhadap seorang teman dekat, kita mungkin berpikir bahwa senang sekali bila kebersamaan dengannya dapat terjaga sampai kapanpun. Namun kehidupan menjalankan skenario yang seringkali tak terduga. Kita tak akan pernah menyangka, kapan kebersamaan itu akan ternoda bahkan rusak oleh sesuatu yang menggangu dari luar, ataupun yang timbul dari dalam diri masing-masing. Atau perpisahan harus terjadi oleh sebab lainnya.

Maka, bila kita harus kehilangan, apapun yang kita cintai, relakanlah ia. Sebab mungkin saja Allah mengambilnya dari kita sebab akan digantikan oleh yang lebih baik lagi. Yang jelas, Sang Khalik pasti memiliki rencana tersendiri bagi setiap hamba-Nya. Apa yang menurut diri kita baik, belum tentu itu yang terbaik di hadapan Allah. Dan sebaliknya, apa yang kita tidak sukai, bisa jadi itu adalah yang terbaik dari Allah dan sesuai dengan yang kita butuhkan.

Sesungguhnya segala sesuatu yang berada dalam ‘genggaman’ kita, bukanlah milik kita sepenuhnya. Mereka hanyalah titipan, yang sewaktu-waktu akan diambil oleh Sang Pemilik, kapanpun bila Ia berkehendak. Bila saat itu tiba, kita tidak akan berdaya untuk menahannya barang sedetikpun.

Bagi kalian yang belum kehilangan org2 yg disayangi....masih ada kesempatan tuk’ membalas cinta dan kasih sayang yang tulus dr mereka.....

ditengah kerinduan dgn mama yg telah tiada......
dear frien’ yg tlah meninggalkanQu...